Oleh: Diana Dee
Kadang kita merasa lelah...
Meski sudah cukup beristirahat, tapi tetap merasa lelah...
Kadang orang lain tak melihat, tapi kita merasakan...
Mungkin bukan fisik kita yang lelah.
Melainkan ruh...
Ruh yang sedang merindu robbnya, sudah hampir pasti merasa berpayah lelah.
Maka, jangan biarkan ruh kita gersang dan berpayah.
Apa resepnya??
Dzikrullah...
Sungguh hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
MengingatNya dalam keadaan duduk, berdiri maupun berbaring.
Mengingat setiap saat...
Sudahkah kita MENGINGAT ALLAH hari ini???
"Sebut nama-Nya,
dekat dengan-Nya,
pinta pada-Nya
Serahkan seluruh urusan
cinta dan hidup
hanya pada Allah."
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Oktober 2017
Software SABAR
Oleh: Diana Dee
Software paling mutakhir untuk membentengi diri dari keterpurukan adalah: sikap SABAR...
Software yang sebenar2nya telah otomatis terinstal dalam diri kita... oleh siapa, olehNya tentunya. Siapa lagi?? Arsitek terbaik pencipta manusia, dg segala sistem dalam fisik dan psikisnya.
Sabar itu tak berarti kita berdiam diri atas apa yg menimpa kita, melainkan sikap atau cara pandang kita dalam menghadapi segala persoalan. Dengan cara pandang yang diiringi sikap sabar, masalah seberat gunungpun akan terasa ringan. Ah indahnya...
Software paling mutakhir untuk membentengi diri dari keterpurukan adalah: sikap SABAR...
Software yang sebenar2nya telah otomatis terinstal dalam diri kita... oleh siapa, olehNya tentunya. Siapa lagi?? Arsitek terbaik pencipta manusia, dg segala sistem dalam fisik dan psikisnya.
Sabar itu tak berarti kita berdiam diri atas apa yg menimpa kita, melainkan sikap atau cara pandang kita dalam menghadapi segala persoalan. Dengan cara pandang yang diiringi sikap sabar, masalah seberat gunungpun akan terasa ringan. Ah indahnya...
Sayangnya...
Seringnya kita lupa mengupdate software 'sabar' yang ada di dalam diri kita.
Eh, bisa diupdate ya???
Bisa dong...
Caranya???
Membaca ulang ayat-ayatNya tentang kesabaran. Allah dengan terang dan jelas memerintahkan kita untuk senantiasa meng-update kesabaran. Ini nih, di surat Ali Imran:200
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung“.
Nah kan, "BERSABARLAH KAMU DAN KUATKANLAH KESABARANMU"
sebuah perintah yang sangat jelaa untuk kita senantiasa mengupdate/memperkuat kesabaran yang kita miliki.
Oh ya, ada banyak lho pesan cintaNya tentang sabar, tentang betapa mulianya derajat orang2 yang bersabar. diantaranya:
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa“. Al-baqarah:177
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. al-baqarah:153
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. Az-zumar: 10
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu“. Muhammad:31
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya“. Al-Furqon:75
Maaf, panjang banget. Karena yg menulispun sedang butuh mengupdate kesabaran.
Sugeng rehat
*dee_@rtmosphere
Seringnya kita lupa mengupdate software 'sabar' yang ada di dalam diri kita.
Eh, bisa diupdate ya???
Bisa dong...
Caranya???
Membaca ulang ayat-ayatNya tentang kesabaran. Allah dengan terang dan jelas memerintahkan kita untuk senantiasa meng-update kesabaran. Ini nih, di surat Ali Imran:200
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung“.
Nah kan, "BERSABARLAH KAMU DAN KUATKANLAH KESABARANMU"
sebuah perintah yang sangat jelaa untuk kita senantiasa mengupdate/memperkuat kesabaran yang kita miliki.
Oh ya, ada banyak lho pesan cintaNya tentang sabar, tentang betapa mulianya derajat orang2 yang bersabar. diantaranya:
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa“. Al-baqarah:177
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. al-baqarah:153
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. Az-zumar: 10
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu“. Muhammad:31
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya“. Al-Furqon:75
Maaf, panjang banget. Karena yg menulispun sedang butuh mengupdate kesabaran.
Sugeng rehat
*dee_@rtmosphere
Menakar Niat dalam Beramal
Pernahkah kau lihat?
Sekumpulan orang yang selalu gaduh...
Riuh berkerumun namun tak satu karyapun yg mereka hasilkan
Selain kekacauan dan kegaduhan...
Pernahkah kau temui...
Sedikit orang yang bertenang...
Namun karyanya dikenang...
dikenang dibumi juga di langit...
Marilah sejenak kita mengingat
Setiap amalan kembalinya hanya kepada Allah
Sebiji dzarrah kebaikan,
Sebiji dzarrah keburukan
Kembalinya kepada Allah..
Sebaik-baik niat dalam beramal adalah karena Allah...
MengingatNya dalam setiap apa yang akan kita kerjakan, adalah seperti memasang rem dalam aktifitas kita. Berbuat baik, kita ingat tujuannya hanya mengharap ridha Allah. Mau berbuat keburukan, urung karena ingat Allah. Agar kita terhindar masuk ke dalam golongan orang yang sudah berpayah di bumi, berpayah pula di langit.
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada ALLAH, sungguh ALLAH sangat berat siksa-Nya.” (QS al-Ma’idah [5]: 2).
Sekumpulan orang yang selalu gaduh...
Riuh berkerumun namun tak satu karyapun yg mereka hasilkan
Selain kekacauan dan kegaduhan...
Pernahkah kau temui...
Sedikit orang yang bertenang...
Namun karyanya dikenang...
dikenang dibumi juga di langit...
Marilah sejenak kita mengingat
Setiap amalan kembalinya hanya kepada Allah
Sebiji dzarrah kebaikan,
Sebiji dzarrah keburukan
Kembalinya kepada Allah..
Sebaik-baik niat dalam beramal adalah karena Allah...
MengingatNya dalam setiap apa yang akan kita kerjakan, adalah seperti memasang rem dalam aktifitas kita. Berbuat baik, kita ingat tujuannya hanya mengharap ridha Allah. Mau berbuat keburukan, urung karena ingat Allah. Agar kita terhindar masuk ke dalam golongan orang yang sudah berpayah di bumi, berpayah pula di langit.
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada ALLAH, sungguh ALLAH sangat berat siksa-Nya.” (QS al-Ma’idah [5]: 2).
Purnama Sebelum Cahaya
Mengintip langit jelang pagi ini...
Ada purnama di sana...
Indah...
Seperti sedang bicara pada yang melihatnya...
Atau sebaliknya?
Ada purnama di sana...
Indah...
Seperti sedang bicara pada yang melihatnya...
Atau sebaliknya?
DIA...
Lewat purnama itu
Seakan ingin menjabarkan makna sebuah episode yang tetiba melintas di ingatan...
Tapi entah kamus mana yang bs menterjemahkan...
Ah tidak, Alhamdulillaahi 'ala kulli hal...
Lupakan saja...
Yang ku ingat...
Tugas kita hanyalah...
Tak boleh ada jeda untuk mengimani...
Bahwa tak ada satupun kisah yang tertumpah tanpa hikmah...
*listening to a nice song.... 'ingatkah engkau kepada, embun pagi bersahaja yang menemanimu, sebelum cahaya... '
Lewat purnama itu
Seakan ingin menjabarkan makna sebuah episode yang tetiba melintas di ingatan...
Tapi entah kamus mana yang bs menterjemahkan...
Ah tidak, Alhamdulillaahi 'ala kulli hal...
Lupakan saja...
Yang ku ingat...
Tugas kita hanyalah...
Tak boleh ada jeda untuk mengimani...
Bahwa tak ada satupun kisah yang tertumpah tanpa hikmah...
*listening to a nice song.... 'ingatkah engkau kepada, embun pagi bersahaja yang menemanimu, sebelum cahaya... '
Mengingat Allah
Kadang kita merasa lelah...
Meski sudah cukup beristirahat, tapi tetap merasa lelah...
Kadang orang lain tak melihat, tapi kita merasakan...
Mungkin bukan fisik kita yang lelah.
Melainkan ruh...
Ruh yang sedang merindu robbnya, sudah hampir pasti merasa berpayah lelah.
Maka, jangan biarkan ruh kita gersang dan berpayah.
Meski sudah cukup beristirahat, tapi tetap merasa lelah...
Kadang orang lain tak melihat, tapi kita merasakan...
Mungkin bukan fisik kita yang lelah.
Melainkan ruh...
Ruh yang sedang merindu robbnya, sudah hampir pasti merasa berpayah lelah.
Maka, jangan biarkan ruh kita gersang dan berpayah.
Apa resepnya??
Dzikrullah...
Sungguh hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
MengingatNya dalam keadaan duduk, berdiri maupun berbaring.
Mengingat setiap saat...
Sudahkah kita MENGINGAT ALLAH hari ini???
"Sebut nama-Nya,
dekat dengan-Nya,
pinta pada-Nya
Serahkan seluruh urusan
cinta dan hidup
hanya pada Allah."
*Dee_@rtmosphere
Dzikrullah...
Sungguh hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
MengingatNya dalam keadaan duduk, berdiri maupun berbaring.
Mengingat setiap saat...
Sudahkah kita MENGINGAT ALLAH hari ini???
"Sebut nama-Nya,
dekat dengan-Nya,
pinta pada-Nya
Serahkan seluruh urusan
cinta dan hidup
hanya pada Allah."
*Dee_@rtmosphere
Waktu
'Waktu' itu ...mahal sekali
Terlalu mahal sampai tak ternilai
Tak sesiapa yang bisa membeli.
berlalu sedetik takkan kembali
Mungkin tersebab itu, entah berapa kali Allah bersumpah atas nama waktu dalam firmanNya.
Wal fajr
Waddhuhaa
Wallaili idzaa sajaa
Wal 'ashr
Wallailii idz adbar
Washubhi idzaa ashfar
Wassamaaa'i dzaatil buruuj, wal yaumil mau'uud
Wallaili idzaa yaghsyaa
Wannahaari idzaa tajalla
Wannahaari idza jallaaha
Walyaumi idzaa tallaha
Washubhi idzaa asfar
Dan banyak lagi...
Mungkin maksudnya agar kita berhati2 dengan waktu. Memanfaatkannya dengan baik dan tidak menyiakannya untuk hal yang kurang bermanfaat.
Maka betapa kayanya mereka yang selalu mendermakan waktunya dalam keikhlasan, dalam ketaatan;
Untuk Keluarganya
murid2nya,
rekan kerjanya,
pemimpinnya,
bawahannya,
tetangganya,
tanamannya,
Binatang piaraannya,
Niaganya.
Usahanya,
Pekerjaanya,
Amanahnya,
Dakwahnya,
.
Semoga di waktu kita yang masih tersisa, dimudahkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang disukai Allah. Aamiin.
*Dee_@rtmosphere
Terlalu mahal sampai tak ternilai
Tak sesiapa yang bisa membeli.
berlalu sedetik takkan kembali
Mungkin tersebab itu, entah berapa kali Allah bersumpah atas nama waktu dalam firmanNya.
Wal fajr
Waddhuhaa
Wallaili idzaa sajaa
Wal 'ashr
Wallailii idz adbar
Washubhi idzaa ashfar
Wassamaaa'i dzaatil buruuj, wal yaumil mau'uud
Wallaili idzaa yaghsyaa
Wannahaari idzaa tajalla
Wannahaari idza jallaaha
Walyaumi idzaa tallaha
Washubhi idzaa asfar
Dan banyak lagi...
Mungkin maksudnya agar kita berhati2 dengan waktu. Memanfaatkannya dengan baik dan tidak menyiakannya untuk hal yang kurang bermanfaat.
Maka betapa kayanya mereka yang selalu mendermakan waktunya dalam keikhlasan, dalam ketaatan;
Untuk Keluarganya
murid2nya,
rekan kerjanya,
pemimpinnya,
bawahannya,
tetangganya,
tanamannya,
Binatang piaraannya,
Niaganya.
Usahanya,
Pekerjaanya,
Amanahnya,
Dakwahnya,
.
Semoga di waktu kita yang masih tersisa, dimudahkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang disukai Allah. Aamiin.
*Dee_@rtmosphere
Jumat, 19 Agustus 2016
SHALIH
Seraut wajah siang melukiskan senyummu yang mengembang,,,
Sebelum jemari malam kembali menggulungnya menjadi kenangan,,,
sore ini...
Rinaipun gelisah...
Membaca hati yang resah...
Menggulung doa-doa...
Tulus nan rahasia...
Membumbung lepas di jumat petang...
Melintasi gemintang yang mengabarkan perjalanan safar di hitungan ke dua belas...
Diantara rinai...
tertegen sejenak kubaca sebentuk kegundahan asy-syafi'i...
"Aku mencintai orang-orang shalih, meski aku bukan bagian dari mereka", ujarnya
"Dan aku membenci para pemaksiatNya, meski aku tak berbeda denga mereka ", lanjutnya
(Rinai di luar, rinai juga di hatiku)
'Shalih'...
Sebuah kata yang sederhana...
Tapi itulah diantara gelar yang dirindu surga...
Sebelum jemari malam kembali menggulungnya menjadi kenangan,,,
sore ini...
Rinaipun gelisah...
Membaca hati yang resah...
Menggulung doa-doa...
Tulus nan rahasia...
Membumbung lepas di jumat petang...
Melintasi gemintang yang mengabarkan perjalanan safar di hitungan ke dua belas...
Diantara rinai...
tertegen sejenak kubaca sebentuk kegundahan asy-syafi'i...
"Aku mencintai orang-orang shalih, meski aku bukan bagian dari mereka", ujarnya
"Dan aku membenci para pemaksiatNya, meski aku tak berbeda denga mereka ", lanjutnya
(Rinai di luar, rinai juga di hatiku)
'Shalih'...
Sebuah kata yang sederhana...
Tapi itulah diantara gelar yang dirindu surga...
Rabu, 07 Oktober 2015
Jejak Yang Enggan Pergi
Heran....
Kenapa dia tak mau pergi?
Masih menari-nari bak burung kenari
Bergemericik berderai beriak berantai
Lama aku tercenung mengenali,...
Rupanya dia masih menjejak disini
Begini kawan,
Ketika tiba saat episode berganti
Maka layar masa depan pun semestinya terkembang
Karena berdiri disini dan menatap ke belakang.
Hanya membuang waktu dalam kesiaan
Tapi,...
Ternyata tak semudah itu menghapusnya pergi dari memori...
Kenapa dia tak mau pergi?
Masih menari-nari bak burung kenari
Bergemericik berderai beriak berantai
Lama aku tercenung mengenali,...
Rupanya dia masih menjejak disini
Begini kawan,
Ketika tiba saat episode berganti
Maka layar masa depan pun semestinya terkembang
Karena berdiri disini dan menatap ke belakang.
Hanya membuang waktu dalam kesiaan
Tapi,...
Ternyata tak semudah itu menghapusnya pergi dari memori...
Selasa, 16 Juni 2015
Di ‘Terminal’ Mana Kita Berhenti?
Sebuah catatan, 6 Agustus 2011
Sore yang sedikit redup, di sudut ruangan lantai 1 Masjid di daerah Plesungan Bojonegoro. Menanti gerimis redam usai tunaikan cinta di waktu ashar, enggan melangkahkan kaki ke parkiran meski sebenarnya ada seorang ibu yang menawarkan payungnya untuk dipinjam. “terimakasih ibu, maaf saya masih ingin disini”, dan ibu yang baik itupun berlalu menuju lantai 2.
Kembali tercenung dalam kesendirian, memperhatikan beragam kendaraan yang berlalu-lalang melintas di jalan raya depan masjid. Sejenak benakku melayang pada titik-titik perjalanan yang ku tempuh hampir setiap hari, dari rumah menuju kota yang berjarak kurang lebih 30 km ini. Sebuah jarak yang mengharuskanku bertemu dan berpapasan dengan berbagai kendaraan, mulai dari yang ber-roda dua, tiga, empat dan yang lebih dari itu. Ada yang milik pribadi, angkutan umum dan angkutan barang dengan berbagai ukuran. Semuanya-pun melaju dengan kecepatan yang beragam, dari yang santai dan pelan-pelan sampai yang terburu-buru seolah lupa kalu jalanan-pun punya aturan.
Lalu fikiran terfokus pada sebuah kendaraan umum yang melintas pelan, dan tiba-tiba berhenti di depan masjid menurunkan dua orang penumpang, kemudian melaju lagi. Sejurus kemudian sebuah bus melaju kencang sambil membunyikan bel yang suaranya meraung-raung, beberapa sepeda motor yang melintas di depannya terkejut dan menepi ke bahu jalan.
Jantungku ikut berpacu menyaksikan pemandangan tersebut, bagaimana tidak?. Tiba-tiba terbayang dalam pikiran seandainya jalan di depan masjid ini memiliki bahu jalan yang sempit, atau bahkan tidak ada bahu jalannya, apa yang akan terjadi. “iiih…. Ngeri…!” pekikku dalam hati sambil menepis jauh bayangan buruk itu.
Hmm… mobil penumpang dan bus, dua kendaraan umum yang sama-sama memiliki satu tujuan yaitu mengantar penumpang menuju tujuan atau paling tidak ke TERMINAL. Dari satu terminal melaju ke terminal yang lain.
kemudian fokusku mengajak berfikir tentang hal lain; tentang hidup kawan.....
Dan begitulah hidup; ibarat perjalanan panjang yang menuju suatu tujuan. Adakah yang tak memiliki tujuan hidup??? Aiiih… betapa ngerinya jika ada. Atau pernahkah anda naik angkutan umum tapi tidak tau mau kemana?... aneh… kalaupun ada mungkin yang bersangkutan sedang bingung; resah atau bahkan marah. Terkadang naik angkutanpun kita harus menentukan sikap; berani mengingatkan pak sopir biar gak sembarangan bawa mobil. Karena setiap kita ingin berhenti di terminal (tujuan) dengan selamat.
Kawan; begitu banyak ‘terminal’ yang menghampar di sepanjang perjalanan kita; banyak yang baik tapi tak sedikit juga yang tidak baik.
Hmmmhh…. Jadi di terminal manakah engkau ingin berhenti???
Minggu, 03 Mei 2015
"Setiap kita dibekali takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan....
Jika hati masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban.....
maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan....."
kawan.....
kenalilah.....
bahwa sesungguhnya akar dari penderitaan yang menyakitkan adalah....
'koyaknya kulit pembungkus kesadaran'...
kawan....
setiap kita sememangnya takkan menuai cinta,
sampai bisa merasai perpisahan yang menyedihkan.....
dan berbahagialah yang mampu membuka fikirannya,
merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan,
namun tetap tersenyum menghadapi dan mencari jalan keluar,
dengan ikhtiar terbaik,
doa terkuat
dan tawakkal terhebat.
Untuk setiap yang terserak...
yang terjatuh dalam
“Ambilah mutiara kearifan meski dari pinggir jalan”.
*Diana dee
Minggu, 01 Januari 2012
Rizki Pagi Ini...
Sebuah refleksi, 1 januari 2012
Alhamdulillah...... menjejak pagi
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkanku setelah mematikanku (dengan tidurku),...
Beranjak dari lelapku, kutemui nafas masih bersamaku
dan ketika persendian ini kugerakkan...
kutemui tangan dan kaki masih lengkap melekat di ragaku...
kuletakkan tangan di dada kiri...
denyut kehidupan masih berdetak teratur memenuhi kebutuhan otak dan seluruh tubuhku
menangkupkan kedua tangan dalam syukur...
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkanku setelah mematikanku (dengan tidurku),...
melenggang ke kamar mandi, membasahi raga dengan air suci...
lalu mengetuk kamar bunda... dan kudapatinya lebih dulu bersimpuh...
meluruhkan asa dan segenap keluh...
sejenak terpaku menatap senyum di kerut wajah ayu itu..
yang terganggu muhasabahnya karena hadirku..
akupun berbaris di sejajarnya...
membentangkan sajadah biru hadiah almarhum abahku..
mencium takzim tangan dan kedua pipinya...
terasa air hangat membekas mengalir di telaga syahdunya...
'bundaku baru saja menangis...' bisik kalbuku...
kutatap sejenah wajah cantiknya...
lalu kutenggelam dalam dzikir bersamanya...
hingga adzan fajar menyeru meninggalkan tidur untuk kembali bersujud kepadaNya...
dan aku kembali bersyukur.... atas rizki pagi inii...
kesempurnaan raga dan senyum cantik bunda.....
alhamdulillah....
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkanku setelah mematikanku (dengan tidurku),...
Langganan:
Postingan (Atom)
