Sabtu, 22 September 2012

Kumpulan Karya Perdana (calon) Novelis Cilik SDIT Insan Permata



HUJAN
Karya: Han Roihan Zein.

        Suatu siang aku menonton TV, tiba tiba darrrr aku langsung melihat keluar dan melihat langit. Terlihat awan hitam (mendung), aku kembali menonton TV,tiba tiba darrrrr lalu hujan turun meski tidak terlalu deras, 5 menit kemudian hujanpun mulai deras lalu aku mematikan TV dan temanku memanggiku, 
“Ayo, kita main hujan dan main bola juga!”, ajaknya
“ayo, tapi aku mau izin sama ibuku!”, jawabku
“iya tak tunggu!”, sambungnya
“Sebentar, ya”, sahutku
       Lalu aku berjalan ke arah dapur menemui ibuku.
“Ibu, aku mau main hujan”, kataku pada ibu yang sedang menggoreng pisang
“iya, tapi jangan jauh-jauh!”, sahut ibu
“iya, bu!”, lalu aku berjalan, tapi ada yang aneh. eeeeeeeee, oh iya bola hampir lupa, akhirnya aku bawa bolanya.  Aku dan teman teman berangkat ke lapangan, bermain bola sambil hujan-hujanan. Aku senang sekali.
Prittttttttttttttttttt, pertandingan dimulai. Aku menjadi striker, 3 jam kemudian  Pritttttttttttttttt, pritttttttttttt,pritttttttttttttttt ahirnya pertandingan sudah berakhir, aku segera pulang, mandi dan sholat karena adzan maghrib sudah ber kumandang.

________________________________________________________________________

Pengalamanku saat di candi Prambanan
Karya: Dea Maritsa Alfiani
   Suatu hari, saat hari Minggu pagi di Yogyakarta hujan turun. Aku dan keluarga sedang bersiap-siap mengemas barang-barang untuk persiapan ke Candi Prambanan. Memang agak jauh, tapi langit sudah terlihat mendung. Aku masih bersemangat untuk segera melihat Candi hindu yang terkenal itu.
   Sesampainya di pintu masuk wisata candi itu, hujan turun rintik-rintik, bisa disebut gerimis. Untung saja aku sekeluarga membawa payung. Tapi payungnya cuma satu, ahh..   tapi untunglah ada penyewaan payung disana. Jadi, kami meminjam 3 payung, 1 payung untuk berdua. Akhirnya... lets go to walking!
   Subhanallah.. ternyata candi Prambanan sangat indah sekali! Namun sayang, ada beberapa bagian candi ada yang runtuh akibat gempa di sini. Mamaku yang kebetulan membawa kamera segera mengabadikan pemandangan tersebut. Sambil berjalan-jalan di sekitar candi Prambanan, aku membeli buku tentang sejarah candi Prambanan. Mungkin harganya sekitar Rp.10.000- an.
   Saat hujan mulai reda, aku dan keluargaku segera ke mushola terdekat untuk sholat dzuhur. Lalu, aku sekeluarga makan siang. Setelah berjalan-jalan sebentar, kami pun pulang ke kota Bojonegoro. ^_^
________________________________________________________________________

Saat Tidak Ada Hujan
Karya: Thaqia Althof

       Pada saat musim kemarau aku merindukan hujan
Air hanya sedikit tanaman pada kekeringan&manusia pun juga kekeringan untung saja di rumahku masih ada
Air,tapi sayangnya aku belum terbiasa terkena hujan.
Aku membayangkan aku terbiasa terkena air hujan aku Enak main,aku pernah main air hujan tapi aku akan sakit karena belum terbiasa.
Hujan adalah karunia Allah,aku berterimakasih kepadamu karena kamu telah memberi hujan.

Aku punya cerita saat aku main hujan terus sakit ceritanya seperti ini

Saat itu aku sedang bermain di luar tiba-tiba hujan datang aku pun masuk di rumah tiba-tiba Kakak ku bernama masabid bilang seperti ini Dek ayo kita mandi di luar,kan di luar lagi hujan kata masabid
Aku pun mau ikut tapi waktu itu tidak ada orang yang di jalan aku mandi meskipun ada petir menyambar yang mengerikan sekali.saat itu aku masih TK B sekolah di TKIT Permata Hati

Itulah cerita ku tapi aku malu gara-gara saat mandi aku telanjag tidak pakai baju. Mungkin hanya cerita itu saja yang ku punya assalamualaikum.
________________________________________________________________________

BERMAIN AIR HUJAN BERSAMA TEMAN
Karya: Qois Al-Haqqi
          Suatu hari minggu sore , saya di dalam rumah sambil meliahat tv. Saat itu saya di panggil oleh teman-teman untuk bermain sepak bola. Saya dan teman -teman berjalan berjalan menuju lapangan kami. Saya dan teman-teman berlari lari sambil menggiring bola kekanan kekiriiiiiii terrruuussssss menerus.Setelah Smpai di lapangan saya dan teman teman bermain kucing kucingan dulu. bola itu kami umpan umpan kepada teman-teman. dan yang jadi harus mengejar bola itu. Tapi yang memalukan sateruuss yang jadingejar bola .
           Setelah capek bermain kucing kucingan saya dan teman-teman istirahat sebentar lalu kami semua pulang kerumah masing masing untuk minum dulu setelah itu saya dan teman teman kembali ke lapangan untuk bermain lagi. Lalu kami langsung berkumpul hompimpa. Setelah hompimpa, saya dan teman- teman telah memiliki tim masing masing. Dengan ber langsung sepak bolaaaaaa di mulaiiiiiii....priiittttttttttttt...! .Saya dan teman-teman bermain sepak bola dengan gembira. Lalu semakin lama semakin Lelah. Sesampai jam 04.10 sepak bola selesai .Dan tim saya menang dengan sekor timku 3 dan tim satu bersekor 2.yang menag sangaaatttt gembira dan yang kalah pun menye salinya , tapi tidak apa apa hanya permainan kalah menang biasa.Bila kalah tidak apa apa tapi sepak bola selanjutnya lebih berusaha.yang menang allhamdullillah ,tapi tetap janga sombong.
              Dan saat itu ada suara bergemuruh .Saya dan teman teman melihat kelangit bahwa langit gelap atau mendung .Pertanda bahwa setelah ini akan turun hujan .Lalu kami semua malah bersorak gembira , karena adanya hujan bermain semakin menyenangkan.setelah itu kami hujan hujan .Kami lari kesana kemari dengan segar denga titik titik hujan yag jatuh ditubuh kami.Setelah itu aku dan teman-teman kembali pulang karena waktunya pulang dan waktu itu hujan mulai reda. Saya dan teman-teman kembali pulang untuk bersih diri.

_________________________________________________________________
HUJAN-HUJAN BERSAMA TEMAN-TEMAN
Karya: Adi

              Suatu hari minggu sore ,aku bersama teman-teman sedang bermain Petak Umpet, saat itu aku yang jaga, teman-teman langsung mencari tempat persembunian yang saaaaaaangat aman. Aku menghitung 50 mundur, saat aku menghitung 1, lalu aku mencari kesana kemari, aku juga tidak menemukan tempat persembunyian  teman-temanku, lalu aku kelelahan, lalu aku duduk di pinggir tiang baendera milik orang.
                Ada suara gemuruh yang sangat keras, aku ketakutan, aku berteriak teman-temaaaaaaaaaaaaaaaaaan’’dengan suara keras’’teman-temanku langsung keluar dari tempat persembunyiannya. Kenapa kok berteriak-teriak, aku menjawab’’aku ketakutan/nderedeg mendengar suara gemuruh’’,lalu aku mengajak teman-temanku hujan-hujan,sorak teman-temanku’’oke oke aku setuju’’lalu teman-temanku menyetujuinya,aku dan teman-teman menunggu hujan turun,sekian lama aku menunggu ada satu tetes yang jatuh ke tanganku.

                Lalu aku dan teman-teman hujan-hujan dengan penuh gembira,aku langsung hujan-hujan bersama teman-teman,salah satu temanku mengusulkan untuk bermain sepak bola,temanku mengambil bola,aku dan teman-temanku langsung bermain sepak bola, score akhir 07 05 kelihatannya waktu sudah sore,lalu aku dan teman-teman pulang kerumah sendiri-sendiri. Lalu aku makan ayam goreng sambil melihat televisi bersama saudaraku lalu aku tidur. 

_______________________________________________________________________
                                                                      Ketika hujan

                                                                    Karya: Qonita




Hujan sudah lama tidak membasahi bojonegoro.
Aku sangat rindu padamu , sedih rasanya tidak ada hujan.aku ingin sekali berdansa denganmu.kashan orang-orang kekeringan,semua tumbuhan kekeringan.

Akhirnya  dua minggu yang lalu pada sore hari kudengar tetesan air dari luar rumahku.ternyata itu adalah hujan aku sangat senang lalu aku memangil adik-adiku.aky bermain dengan hujan.

Setelah beberapa hari hujan selalu membasahikota bojonegoro .sekarang semua tidak kekeringan lagi,tumbuh-tumbuhan menjadi segar udara semakin dingin dan sejuk.

______________________________________________________________






Ketika Hujan
Karya: Fida

 Waktu kemarau datang, panas menyengat di tubuhku. Aku mengharapkan hujan kembali turun. Tumbuhan pada layu, tanah pada kering, air sedikit, bumi ini serba kekurangan. Aku berdo’a agar hujan.
Akhirnya berapa bulan kemudian, hujan turun membasahi bumi yang tidak pernah hujan. Aku waktu hujan aku sambil makan nasi goreng yang masih hangat. Rasanya enak                                                                                                                                                                                                                                                  sekali.    
Pada suatu hari aku melihat ada orang membuang sampah sembarangan. Berapa hari kemudian banjir datang membasahi kota Bojonegoro. Akhirnya sudah tida banjir. 

______________________________________________________________


Ketika Hujan



Karya: Rahma



Pada suatu hari,ada hujan sangat deras pada saat aku pulang sekolah.pada saat itu tidak membawa jas hujan.terpaksa hujan- hujanan.aku dan adikku berteduh di sebuah toko.aku dan adikku sangat kedinginan .
Beberapa hari aku terkena penyakit typhus dan masuk rumah sakit.pada saat itu aku sangat merindukan sekolah .pada suatu hari ,aku melihat anak kecil sekitar berumur 3thn tangannya patah.aku kasihan melihatnya.
Beberapa hari aku sembuh.aku sangat bahagia,karena aku bisa bersekolah dan bisa bertemu teman teman lagi disekolah.aku merasakan kesenangan bisa hujan hujanan lagi bersama teman t
           














Tidak ada komentar: